Kita duduk berdua di suatu siang, diatas tumpukan gumpalan busa
aku memulai cerita dari tanah hingga luar angkasa,
kulihat dari sorot matamu kau terlihat tersiksa,
dengan ocehanku yang banyak dan tidak biasa
Lalu kita pergi makan, ke sebuah warung sate biasa
yang biasa kau santap saat aku jauh ada disana
ketika aku lelah mengunyah,
kau terlihat masih bersemangat berbicara dengan daging dan si kuah
Petang mulai datang
dan aku harus pulang
tidak rela karena pembicaraan kita soal sesuatu yang serius ini,
kurang matang
tapi yasudahlah mungkin esok aku akan datang
dan semua jadi semakin matang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar