Senin, 11 Agustus 2014

Duduk, Siang, Petang, Setengah Matang, Matang


Kita duduk berdua di suatu siang, diatas tumpukan gumpalan busa
aku memulai cerita dari tanah hingga luar angkasa,
kulihat dari sorot matamu kau terlihat tersiksa, 
dengan ocehanku yang banyak dan tidak biasa

Lalu kita pergi makan, ke sebuah warung sate biasa
yang biasa kau santap saat aku jauh ada disana
ketika aku lelah mengunyah, 
kau terlihat masih bersemangat berbicara dengan daging dan si kuah

Petang mulai datang
dan aku harus pulang
tidak rela karena pembicaraan kita soal sesuatu yang serius ini,
kurang matang

tapi yasudahlah mungkin esok aku akan datang 
dan semua jadi semakin matang