Senin, 02 November 2015

Jarak

Cibubur - Purwakarta
Sedari dulu aku sudah sadar jarak menjadi masalah
Namun aku berdiri lantang dan berteriak "ahh ga ada masalah!

tapi

Sekarang jarak jadi alasan untuk marah

Terdiam di pojok kasur sambil berkata terserah!

Si Hujan Datang

Hujan tadi petang

Akhirnya yang selalu ditunggu kembali datang,
dia yang tiba-tiba datang tadi petang
tanpa ada persiapan dan langsung menerjang.

Halo hujan kalau esok berencana datang
hendaknya memberi kabar
karena kami yang di jalan harus sedikit bersabar
karena kamu datang air menggenang!



Jumat, 30 Oktober 2015

Bukan Malam Jumat

Senin, Selasa, Rabu, Jumat, Sabtu
kalau kau sadar ada yang hilang satu
hari yang biasa mereka tunggu
hari Kamis atau malam jumat berbuat yang agak tabu.


Buat aku, Kamis atau Malam Jumat ya begitu saja
pulang kantor tanpa dia yang manja
makan bertiga, tidur sendiri, hingga subuh terjaga


Tidak dengan jumat malam!!!
aku tersenyum melompat, lalu menyelam
karena dia yang di sana akan datang untuk bermalam
meski kadang begitu tiba mukanya muram,
aku tersenyum, dan melebarkan tanganku lalu memberi salam


Hai sayang!

Minggu, 14 September 2014

Mata Terkurung


Minggu// 14 September 2014 // 16.08

Matahari sedang panas-panas tersenyum
dan aku duduk disini sendiri sambil memeluk segelas air yang tidak lekas aku minum
sambil sedikit melamun, apa kabar kamu yang ada jauh disana?
apakah sudah makan atau minum?
atau mungkin sedang tersenyum?

Sedikit gombal,
atau memang perasaan yang tidak bisa ditambal
rindu yang datang tidak bisa terbendung,
bahkan yang tadinya panas, jadi seperti mendung
aku yang tadinya ikutan tersenyum jadi sedikit murung
karena kamu yang jauh disana tidak kulihat
mataku seperti dikurung

dikurung hingga aku merasa gelap dan tidak bisa kemana-mana 
menunggu hingga waktu dibuka 
dan diberi senyum lebar sedikit tawa

Jumat, 12 September 2014

Pulang




Malam belum sepenuhnya jatuh
dan pagi pun belum seutuhnya bangkit
"Selamat pagi Malam!"
aku terbangun dengan senyuman hangat yang kamu lemparkan

pagi ini aku memacu kuda besiku mengantarmu yang ingin pulang 
ke tempat dimana kamu lahir dan menghabiskan waktu sekolah dan waktu luang
"Yeayy aku pulang!"
begitu sorakmu hampir setiap hari sebelum hari ini akhirnya kamu berangkat dan pergi membawa tas sebesar perut beruang.

aku yang mengantar kamu cuma bisa tersenyum kecut seraya berkata, 
have a safe flight ya pacar, segera beri kabar.

lalu aku kembali ke rumah, dan menghabiskan sabtu ini tanpa keluar rumah, 
karena kamu yang berpesan jangan kemana-mana, daripada nanti kamu marah!

Kepala melintir



Kepalaku sebesar bola basket,
mungkin akan membuat kaget karena Isinya berbicara soal target,
Musik, buku, mobil, cinta, dan toilet,
Namun kalau boleh buka sedikit rahasia,
Cuma kamu yang paling banyak dipikiran dan paling lengket.

Semingguan ini, pikiranku melar seperti karet,
Pekerjaan yang datang begitu banyak dan mepet,
Hingga bulan 7 yang harus dipenuhi karena sudah di target.
Terpikir banyak tentang target yang akan meleset,
Tapi jangan panggil aku si pemikir,
Jika tidak ada cara untuk mencari jalan lain.

Untuk Kamu yang selalu setia duduk di sebelah kiri disamping aku yang sedang menyetir, aku mau kamu tetap duduk manis disitu menemani aku berpikir, sambil sedikit mengelus kepalaku yang penuh dan melintir.

Cerita apa kita

Cerita apa kita?
Mungkin kata-kata ini sudah menjadi auto-text saat aku mencoba merayu agar kamu mau bercerita.
Bukan, bukan baru kemarin sore kulontarkan pertanyaan ini
Sedari awal kita bertemu, dan masih berdiri sendiri-sendiri
Pertanyaan ini sudah menjadi favorit dan punya melodi tersendiri.

Tidak bosan kuulang pertanyaan ini 3 kali sehari
Meski kuyakin kupingmu memerah, panas sedikit nyeri,
Akhirnya aku juga yang mulai berbicara
Dan kamu hanya mendengar sambil menghirup udara.
Huhh . . .

Untuk kamu yang sudah mulai belajar berbicara,
Cobalah lihat sekeliling dan mencari cara
Agar aku tidak bingung, kamu ini kok diam sedikit cari gara-gara.

J.