Minggu, 30 Maret 2014

3 kotak hidup manusia

ngablu yang kujalani hari ini membawa aku ke suatu kesimpulan,bahwa manusia memikul 3 kotak berbeda selama hidupnya. 3 kotak yang saling mengait, walau keterkaitan ketiganya terkadang pahit

kotak pertama
aku menyebutnya kotak pemberian, kotak yang berisi segala yang diberikan secara cuma-cuma, tanpa bayar oleh sang Maha Pencipta. Dia memberikan kotak ini agar kita dapat memulai kehidupan yang keras nan tak waras di dunia ini. kotak ini sebagai modal awal dan titik tolak menuju kepada kotak selanjutnya.
kotak ini berisi keluarga yang memeluk hangat dan memberikan kebutuhan fisik dan rohani.

kotak kedua
aku menyebutnya kotak pencarian, kotak ini berisi apa saja yang harus dan akan kita cari di dunia. sebagai manusia yang harus terus hidup kita akan mencari segala hal untuk tetap bertahan hidup. pekerjaan, uang,kehormatan,kekuasaaan, semua harus dicari. dan semua tidak mudah untuk didapat dan dipertahankan. satu hal yang juga masuk kedalam kotak pencarian, adalah cinta. dari segala hal yang masuk kedalam kotak pencarian, cinta adalah hal yang terberat. bukan tidak mungkin, tetapi tidak mudah.

kotak ketiga
aku menyebutnya kotak pelepasan, kotak ini berisi apa yang ingin dilepaskan. apa yang tidak bisa terlepaskan di kotak kedua, dan pertama. didalam kotak ini berisi kehidupan sosial. interaksi yang dibangun diluar kotak pertama, dan kedua. aktualisasi diri akan tergambar secara aktual. kecintaan akan sesuatu hal akan terlihat disini. ketika masuk kedalam kotak ketiga, tidak akan lagi terlihat wujud asli dari seorang anak manusia. mereka akan memakai topeng kelinci dengan jubah serigala. mereka akan berteriak keras, melolong kesetanan, bahkan tertawa dengan sangat sunyi. 

ketiga kotak tersebut harusnya mengait, keterikatan ketiganya akan membentuk sebuah karakter unik dari sesosok manusia. namun sulit untuk mengaitkan ketiganya, gesekan-gesakan antara ketiga kotak tersebut menimbulkan perpecahan didalam diri seseorang. disaat dia mengejar kotak kedua dengan sangat giat kotak pertama dan ketiga akan dilemparnya jauh kedalam lubang, karena dia merasa berat memikul 2 kotak yang lain. 

satu hal yang sangat pasti, seorang manusia tidak akan pernah bisa menang di banyak sisi. banyak hal yang harus dikorbankan untuk mendapatkan sesuatu. bukan berarti dengan mengorbankan, menjadi tidak peduli, namun mengurangi porsi.

gestur mendayu

tarian bulu matamu merayu meningkahi gurat senyum tumpulmu
gestur tubuh, lincah gerakmu mendayu-dayu
tatap tajam sorot matamu membuatku kaku
mampukah aku menaklukanmu?

kebiri memori


memori harus dikebiri
jauhkan sejauhya dari lemari
jangan kau coba simpan 
lalu kau partisi


memori tak seharusnya ditangisi
dan jangan diberi hati
biarkan dia nyeri dan perlahan mati


mati!

hei anak manusia!


hei anak manusia!

tidak lelahkah engkau terus berkelakar sepanjang hari?
membahas ratusan topik ide dan materi
dari akar hingga zakar!

hei anak manusia!

tahukah kamu darimana kamu berasal?
rahim ibumu 
ataukah batu?

hei anak manusia!

tahukah kau apa itu hidup?
apa itu mati?
atau semua memang tak berarti?

hei anak manusia

tahukah kau apa itu cinta?
apa itu perih?
atau semua membuatmu sedih?

Hei anak manusia!

tahukah kau apa itu realita?
apa itu imajinasi?
atau memang semua hanya fantasi?

Hei anak manusia!

tahukah kau apa itu bersetubuh?
apa itu bercinta?
atau memang hanya sebuah rekreasi?


hei anak manusia!

tidak lelahkah engkau terus berkelakar sepanjang hari?
membahas ratusan topik ide dan materi
dari akar hingga zakar!

catatan kecil #1


Ketika storyline cerita berubah,
storyboard berubah,
shotlist berubah,
akhir cerita berubah.

komposisi nikmat


Mengkosntruksi kata menjadi kalimat, hingga terdengar seksi menjadi nikmat!
bukan sekedar komposisi semu membuat jemu lalu hilang entah kemana!kan kujatuhkan euforia, lalu terangkat perlahan!orgasme hingga teriak kegirangan!

berhenti


aku akan berhenti dari industri ini 10 tahun lagi!
pergi dengan dia ke gunung sepi, 
dengan sedikit harap untuk terus dapat menari sepanjang hari
menulis tak henti tanpa peduli menulis apa, 
dibaca siapa, dan siapa yang beli!
beberapa orang tertawa geli, 
aku ikut tertawa geli, tapi lalu berhenti!
dengan lantang aku berkata, 
kalian tidak tahu, aku akan menjadi si peternak kata!

satu titik hilang


Garis horison yang memudar,
menjadi seperti titik tanpa batas
Aku melihat keatas, 
apakah masih ada yang tertinggal dan tidak pudar
aku tersadar, 
memang sudah waktunya dia berhenti cemerlang
diganti langit terang, dengan sedikit bintang.

Melempar Dadu



Mungkin sekarang saat yang tepat,
melempar dadu, 
dan segera bertanya apa kabar diriku!
apakah sanggup menahan rasa ingin tahu!
atau sudah tidak peduli dan tidak mau tahu!
aku berpikir jika memang dia untukku, 
ya sudah memang waktu,
yang akan berjalan di depan dan memandu!

jika día tidak mau,
tidak melihat, duduk lalu diam,
aku tidak akan memaksa,
mungkin aku akan terjatuh, 
dan beberapa orang menggendong, menepuk bahu!
bangun bung!
dia sudah tiada!

Minggu, 23 Maret 2014

titik awal


Agak terkejut . . . 
sedikit kejut-kejut
tapi aku memaksa untuk terus lanjut.

kamu bercerita tentang 3 kota berbeda, dalam tempo singkat,
aku hampir lupa dan tidak mengingat.

menghabiskan waktu di rumah bertingkat
di kota dimana papaku 25 tahun bersiap berangkat.

lalu pergi bekerja di sebuah gedung bertingkat, di kota yang tidak jauh dari jakarta,
tempat ku diam menetap, sambil merangkai kata.

Halu.si.nasi


senang tidak seharusnya hambar!
bahagia harusnya penuh gambar!
namun ketika sedih datang dan menghajar,
aku hanya duduk diam lalu belajar!

sedih tidak seharusnya dipeluk pedih 
perih yang sedikit nyeri
diam-diam mengajak menari
pelan-pelan aku berjalan lalu berlari

terang tidak dipeluk terawang
pikiran dibalut angan
jika memang ada obat untuk bertahan
mungkin pergi ke gili trawang untuk mengawang!

Menunggu


Angin dingin berhembus dari sisi kiri, 
menggoda aku yang sedang duduk untuk berdiri.
menunggu sendiri untuk dia yang seharusnya sudah datang daritadi.

Tentang Minyak


Mungkin kamu tahu darimana asal minyak!
tapi tidak tahu kalau minyak tersebut terganggu ketika tidur nyenyak
suara bising, desing yang buat merinding
terus bekerja tanpa peduli bahwa mereka adalah mahluk asing
dia tidak terganggu, karena sadar dirinya adalah bahan baku!
dia hanya diam terbujur kaku, menunggu saat untuk dipindahkan dan memiliki rumah baru.

99km


Belum lama berkenalan. 
mungkin baru terlewatkan 3 kali kotbah minggu.
3 kali pulang tak ingat arah,
namun kau sudah ada didalam darah.


Menurut data GPS, kita hanya terpisah 99km
jarak yang cukup jauh jika harus ditempuh berjalan kaki tanpa sendal,
aku berpikir sedikit nakal dan mencoba mencuri waktu untuk sekedar datang dan berucap salam kenal.


J

Spasi


Aku butuh spasi, kamu butuh spasi
bahkan kalimat tanpa spasi seperti makan tanpa nasi
dari pemikiran ini, aku tahu
teralu banyak cakap dan interogasi, 
membuat jenuh penuh peluh
setiap saat aku bernarasi,
dan kamu hanya diam tanpa peduli, kamu tertidur wajahmu pucat pasi
baiklah, ini saat yang tepat memberi kamu tombol panjang di bagian bawah keyboard yang kugunakan bekerja

SPASI!